Tape disebut juga tapai, ya begitulah namanya. Makanan tradisional yang proses membuatnya dengan cara di "fermentasi" memang banyak beredar di pasaran. Tapai adalah salah satu makanan tradisional Indonesia yang dihasilkan dari proses peragian (fermentasi) bahan pangan berkarbohidrat, seperti singkong dan ketan.Tapai bisa dibuat dari singkong (ubi kayu) dan hasilnya dinamakan tapai singkong. Bila dibuat dari ketan hitam maupun ketan putih, hasilnya disebut "tapai pulut" atau "tapai ketan". Dalam proses fermentasi tapai, digunakan beberapa jenis mikroorganisme sepertiSaccharomyces cerevisiae, Rhizopus oryzae, Endomycopsis burtonii, Mucorsp., Candida utilis, Saccharomycopsis fibuligera, Pediococcussp., dan lain-lain. Tapai hasil fermentasi dari S. cerevisiae umumnya berbentuk semi-cair, berasa manis keasaman, mengandung alkohol, dan memiliki tekstur lengket.Umumnya, tapai diproduksi oleh industri kecil dan menengah sebagai kudapan atau hidangan pencuci mulut.
Sudah ya penjelasannya, sekarang kita
berangkat ke TKP.
Pada hari Jum'at, kelas kami sedang melakukan ujian praktek. Bukan
ujian praktek biasa, ujian praktek membuat TAPE. Kedengarannya aneh, tapi
nyata. Ini disuruh untuk menfermentasi singkong menjadi tape.
Pada saat pembuatannya, teman saya entah
siapa. Membawa singkong (menurut bahasa kami "Telo") yang sangat
banyak sekali. By the way, ragi yang digunakan pun cukup banyak. Menurut
prediksi cie menurut prediksi kayak orang gede aja gue. Menurut penerawangan
cieh menurut penerawangan kayak dukun aja gue. Menurut buku tatang sutarman
cieh kayak sule aja gue. Kok bisa sampe sini ya...
Lanjut... Singkong kelompok gue pertama dikasih enam ragi. ini
gambarnya kalo lo nggak tau apa itu ragi...
Kalo lebih jelasnya, anda bisa klik di
sini. Pertama di kasih enam ragi, setelah di gerus, eh kurang. Ada satu
yang menarik di sini. Alat untuk menyaring ragi tersebut menjadi butiran halus
hanya ada satu. Jadi kami berebutan untuk mendapatkannya. Kembali ke laptop.
Cieh kembali ke laptop emang gue tukul *sampe sini lagi kan??*
Jadinya delapan butir ragi ditambahkan ke singkok
kami.
***
Setelah tiga hari, tepatnya hari senin
saatnya pembukaan harta karun. Cieh harta karun emang gue perompak??? saatnya
membuka bungkus tape. Ada yang rasanya lumayan enak, hambar, asam, dll. Ada
juga yang salto - salto rasanya.
Ada salah satu temen gue satu (ya
iyalah masak enam??) yang doyan banget makan tape. Antok (brayo) ya itulah
namanya. Berkali - kali dia makan tape gue. Ada kurang lebih 5 potong tape yang
dia lahap. Nggak mendem ya dia...??
Gue dan temen - temen gue pada mendem
semua. Ada satu lagi yang bikin hati menjadi sakit. Sakitnya tuh di sini di
dalam hatiku. Cieh emang cita - citata gue?? Setelah ber mendem - mendeman
saatnya perang hidup dan mati. ULANGAN apa ulangan?? ya ulangan.
Saat - saat seperti ini, disuruh
ulangan. Tapi alhamdulillah, boleh buka buku, alias "Open Book" kami
tak akan sulit mengerjakannya. Akhirnya ulangan selesai dengan keadaan yakin.
Dan pulanglah kami...
***

.jpg)
12 Komentar untuk "Mendem Tape"
enak keliatannya nih
mendem nantinya
nice info :D
http://bayu-id.cf
makanan favorit ane nich bro,tapi kalo kebanyakan bikin perut sakit
Banyak yang mendem nih temen gue kemaren....
Mantapss :D
lambokss.blogspot.com
Terima kasih...
setiap pagi ane makan ini nih,, haha mantap gan
nggk mavok ente??
wah, udah lama gak makan beginian, jadi pengen lagi,,, hahahah...mengingatkan saya
7 Hal Yang Membuat Kita Jadi Pelupa
Terlalu banyak protein di usia pertengahan 'seburuk merokok'
Tricks Identifying People Lying
sini saya kasih...,
wahhh jadi pengen tape ini mah...#cleguk...
mampir juga ya ke www.gembulnita.blogspot.com